MY LIFE, MY STORY

Pages

Tuesday, March 24, 2015

BERLIBUR DI SEKITARAN BANDUNG (LIBURAN KE KAWAH PUTIH, SITU PATENGAN DAN TEBING KERATON)



Kali ini saya akan bercerita tentang liburan saya di kampung halaman saya, yaitu Bandung. Siapa yang tak kenal Bandung? Selain terkenal dengan wisata kulinernya, Kota Bandung dikenal juga sebagai kota yang menyediakan daerah wisata alamnya. 


Pada awalnya saya merencanakan untuk liburan ke daerah Ciamis, tepatnya Citumang. Namun, karena satu dan lain hal liburan tersebut harus dibatalkan. Dan untungnya saya punya plan B untuk berlibur ke Pantai Sawarna, namun rencana tersebut harus dibatalkan juga. Saya sedikit merasa kecewa sebenarnya karena semua rencana saya batal, dan saya sudah terlanjur mengambil cuti. Namun untungnya ada teman saya dari Bekasi yang berkunjung dan dia meminta saya untuk menemani berjalan-jalan ke Kawah Putih dan Tebing Keraton.


Sebelumnya harus diketahui antara Kawah Putih dan Tebing Keraton merupakan tempat yang berbeda letaknya. Kawah Putih terletak di Bandung Selatan tepatnya daerah Ciwidey, sedangkan Tebing Keraton berada di Bandung Utara di daerah Dago. Jadi kami memutuskan untuk melakukan perjalan selama 2 hari agar bisa menikmati alam yang ada lebih lama.



*Hari Pertama*


Pada hari pertama jalan-jalan kami memutuskan untuk pergi ke Kawah Putih. Kawah Putih merupakan salah satu danau yang terbentuk akibat letusan Gunung Patuha. Kawah ini terletak di ketinggian sekitar 2222 meter permukaan laut. Danau yang ada di Kawah Putih ini sangat indah akibat perpaduan dari tanah yang becampur belerang yang berwarna putih dengan air yang kehijauan.

Kawah Putih
Keterangan Letak Kawah Putih

Kami berangkat dari rumah sekitar jam 13.00 karena kebetulan rumah saya berada di tengah-tengah antara Bandung Utara dan Bandung Selatan. Dengan menggunakan motor kami pun berangkat dari rumah saya di kawasan Cijerah-Bandung. Jalur yang saya ambil adalah melewati jalur alternatif yaitu melalui Cijerah-Marga Asih-Soreang-Ciwidey. Sehingga jalan yang saya lalui relatif sangat lancar. Dan perjalanan ke sana cukup menyenangkan karena kanan kiri banyak pesawahan sehingga udara panas yang menyengat tidak terlalu terasa.


Jalanan menuju Kawah Putih ini cukup naik turun sehingga pastikan kondisi kendaraan yang digunakan dalam keadaan yang cukup baik. Sekitar jam 14.30 kami sampai di Kawah Putih. Untuk 2 orang biaya masuk kawasan wisata Kawah Putih kita harus membayar sebesar Rp. 66.000,- sudah termasuk kendaraan menuju kawah karena motor harus parkir di bawah. Untuk parkir motor di sana Rp. 5000,-. Namun jika kalian menggunakan paket pada saat parkir motor dikenakan Rp. 15.000,- perbedaannya hanya diberi masker. Saya sarankan tidak perlu menggunakan paket karena masker pun tidak akan terlalu berguna pada saat di kawah. Dan jika kalian ingin menitipkan helm kena biaya tambahan Rp. 3000,- per helm.


Untuk menuju puncak kami menggunakan ontang-anting yang merupakan kendaraan khusus untuk membawa wisatawan ke menuju kawah. 

Parkiran Ontang-Anting



Ontang-Anting


Kondisi Jalan Menuju Kawah

Untuk menuju kawah kita memerlukan waktu sekitar 20 menit dengan menggunakan ontang-anting. Setelah sampai kami disuguhkan salah satu karya Tuhan yang sangat indah

 
Danau Kawah Putih 1

Tanaman di Kawah Putih




Danau Kawah Putih 2





















Setelah puas foto-foto kawasan kawah kami memutuskan untuk kembali karena jika terlalu lama juga kalian akan merasa pusing akibat belerang yang cukup menyengat.


Jam 15.40 kami sampai di bawah kembali dengan menggunakan ontang-anting. Setelah selesai dengan Kawah Putih karena sudah berada di sekitar daerah wisata Ciwidey kami memutuskan untuk melanjutkan ke Situ Patengan yang jaraknya kurang lebih 7 kilo meter dari kawasan Kawah Putih. Perlu diketahui, daerah wisata Ciwidey ini memiliki beberapa tempat wisata selain Kawah Putih danS Situ Patengan yaitu tempat berendam air panas, Ciwalini dan Cimanggu.


Situ Patengan merupakan sebuah danau yang ada di daerah Bandung selatan yang berada di kawasan Ciwidey juga. Menurut cerita, asal-usul situ patengan adalah mengisahkan tentang cinta Putra Prabu dengan Putri titisan yang besar bersama alam, yaitu Ki Santang dengan Dewi Rengganis yang telah berpisah dan saling mencari. Mereka bertemu di sebuah tempat yang sekarang tempat tersebut dikenal dengan nama “Batu Cinta”. Itu merupakan asal-usul Situ Patengan yang secara harfiah berarti Situ artinya Danau dan Patengan dari kata pateang-teangan yang artinya saling mencari.

Cerita Asal-Usul Situ Patengan

Perjalanan menuju Situ Patengan dari Kawah Putih tidak terlalu lama, sekitaran 20 menit untuk menuju sana dengan menggunakan kendaraan santai. Sepanjang perjalanan kami disuguhi oleh pemandangan haparan kebun teh yang sangat luas dengan udara yang sangat segar. Tiket masuk untuk ke Situ Patengan cukup murah hanya dengan Rp. 44.500,- sudah untuk 2 orang dan parkir motor, palingan ditambah dengan  titip helm sebesar Rp. 5.000,- itu pun optional.

Perjalanan Menuju Situ Patengan

Kebun Teh Menuju Situ Patengan

Situ Patengan dari Pintu Masuk

Sampai di sana kami keliling-keliling Situ Patengan menikmati pemandangan dan melihat-lihat sekitaran. Ternyata tempat ini sangat bagus, dan sangat cocok untuk tempat wisata bersama keluarga. Banyak bale-bale yang bisa digunakan untuk bercengkrama sambil menikmati pemandangan Situ Patengan.

Kondisi Bale-Bale di Situ Patengan 1
Kondisi Bale-Bale di Situ Patengan 2






Buat yang ingin menikmati di danaunya langsung bisa dengan menyewa sepeda air hanya dengan biaya Rp. 30.000 per jam atau dengan menggunakan perahu, namun untuk perahu saya lupa menanyakan berapa harga yang harus dikeluarkan. Selain menikmati keindahan Situ Patengan dari danaunya langsung, menggunakan sepeda air atau perahu merupakan akses menuju lokasi “BATU CINTA” dan mengelilingi Pulau Asmara. Konon katanya yang singgah ke Batu Cinta dan Mengelilingi Pulau Asmara cintanya akan abadi seperti Ki Santang dan Dewi Rengganis.

Pulau di Tengah Situ Patengan
Batu Cinta dalam Legenda

Senja di Situ Patengan
Sunset di Situ Patengan
Setelah puas menikmati pemandangan Situ Patengan baik di darat dan di danaunya langsung kami pun bergegas pulang karena sudah mulai malam.



*Hari Kedua*


Di hari kedua ini kami memang merencanakan untuk pergi ke Tebing Keraton yang merupakan tempat yang lagi nge-Hitzzz. Letak Tebing Keraton sendiri ada di sekitaran Dago Pakar. Kami pergi dari rumah sekitar jam 09.00 dikarenakan letak saya tidak terlalu dari rumah saya, di Cijerah.


Kami sampai di sekitaran Taman Hutan Raya (TAHURA) Ir. H. Juanda yang merupakan salah satu jalan masuk menuju Tebing Keraton sekitar jam 10.00. Untuk tiket masuk menuju objek wisata ini cukup murah hanya dengan membayar Rp. 22.000,- untuk 2 orang dan motor. Di dalam TAHURA sendiri ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi seperti Goa Jepang, Goa Belanda, Curug Omas dan cukup banyak.

Wisata yang Ada di TAHURA Ir. H. Juanda
Pada saat melewati pintu masuk tiket masuk akan diminta oleh penjaganya. Namun, buat yang emang berniat menuju Tebing Keraton sebaiknya bilang ke penjaga jika tujuannya ke Tebing Keraton, karena pada saat di Tebing Keraton tiket tersebut diminta kembali. Jadi, jika tiket tersebut diberikan pada saat pintu masuk nanti pada saat di Tebing Keraton akan disuruh beli lagi.


Kami pun keliling-keliling TAHURA. Di TAHURA sendiri pemandangannya cukup begus dan menyejukan. Banyak jenis tanaman juga di sini.



Bunga Bangkai di TAHURA
Bunga Terompet di TAHURA

TAHURA Ir. H. Juanda

TAHURA Ir. H. Juanda

TAHURA Ir. H. Juanda

TAHURA Ir. H. Juanda


Saat keliling ada beberapa tempat wisata yang kami lewati, seperti Goa Jepang. Goa Jepang ini merupakan tempat yang bersejarah juga, Goa ini digunakan oleh penjajah Jepang untuk penyimpanan amunisi, logistik dan komunikasi radio pada zaman peperangan. Pada saat di depan Goa Jepang akan banyak yang menawarkan jasa sewa senter dan menjelajah goa. Namun, karena tujuan awal kami hanya ke Tebing Keraton sehingga kami tidak menjelajah goa.

Pintu Masuk Goa Jepang

Pada awalnya kami dengan semangat berjalan menuju Tebing Keraton. Tapi semangatnya langsung menurun drastis pada saat kami tahu jarak yang harus ditempuh sekitar 5 Kilometer dari TAHURA.


Papan Info Jarak

Sebenarnya ada fasilitas sewa motor atau ojek untuk menuju Tebing Keraton dengan harga Rp. 100.000,-. Namun, kami memutuskan untuk pergi menggunakan motor sendiri. Kami pun pergi keluar TAHURA karena ternyata TAHURA merupakan pintu masuk pos pertama dan Tebing Keraton berada di pintu masuk pos lima. Untuk sampre ke pos lima ini kondisi kendaraan harus bener-bener baik, soalnya jalanan menuju tebing keraton ini sangat terjal dan sangat hancur, soalnya cukup membahayakan.


Dan sekitar jam 11.30 kami sampai di Tebing Keraton. Untuk masuk ke sini tiket yang digunakan bisa tiket yang dari TAHURA atau beli langsung di pos lima dengan harga yang sama dengan tiket masuk TAHURA dan ditambah parkir motor sebesar Rp. 5000,-. Untuk menuju Tebing Keraton sepertinya hanya bisa ditempuh menggunakan motor, untuk mobil sendiri sepertinya hanya sampai pos 3.


Tebing Keraton

Pemandangan dari Tebing Keraton
Pemandangan dari Tebing Keraton

Dan ternyata, perjuangan menuju Tebing Keraton ini terbayar dengan keindahan pemandangan di tebing. Tebing Keraton ini sekitar bulan November dikomersialkan, padahal sebelumnya gratis. Namun tidak salah mengeluarkan untuk pemandangan yang sangat ini dan menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan sekita Tebing Keraton.


Cerita Tentang Tebing Keraton



Setelah puas berfoto ria dan menikmati pemandangan kami pun pulang ke rumah.

4 comments:

  1. aku beruntung udh prnh k kawah putih pas msh blm komersil kyk skr.. tiket msk aja cm 5rb..inget bgt.. skr udh mahal, apalagi kalo bawa mobil -__-.

    trs yg tebing keraton, rada ga setuju tiket antara wisman dan wisnunya jomplang bnr... emg sih pemandangannya bgs, tp ga segitunya jg kelues ampe pasang hrg 70an ribu gitu :( temen2ku yg bule pd komplain.. ga semua bule itu punya banyak uang.. apalagi di indonesia mrk jg ngerasa bnyk dimintain biaya macem2..

    ReplyDelete
  2. @Mp Blogger 3:iya emang di Indonesia masih banyak tempat yang sangat indah, situ Patenggang hanya salah satunya :)

    ReplyDelete
  3. terimakasih infonya, kunjungi http://bit.ly/2p9iBfW

    ReplyDelete