MY LIFE, MY STORY

Pages

Monday, June 22, 2015

LIBURAN ALA BACKPACKER DI SINGAPURA DAN KUALA LUMPUR



Pertama saya akan ceritakan pengalaman saya liburan di Singapura yang akan dilanjut dengan cerita liburan di Kuala Lumpur. Singapura, ya semua orang pasti tau negara yang satu ini, negara yang letaknya di sebelah utara Kepulauan Riau, negara yang terkenal dengan cirinya yaitu patung merlion.


Ya tanggal 29 Mei 2015 tiba juga. Setelah kuarang lebih 3 minggu merencanakan perjalanan ini akhirnya saya dan teman saya jalan-jalan juga tanpa mencari tiket promo dan semua serba mendadak. Untungnya teman saya yang satu ini memang sudah sering jalan-jalan lintas negara, berbeda dengan saya. Jujur ini adalah pengalaman pertama saya jalan-jalan ke luar negeri. Kami pergi meninggalkan Indonesia menggunakan penerbangan jam 21.30. Jadi sepulang kantor kami langsung pergi ke Bandara Soekarno-Hatta. Oia, waktu yang akan saya ceritakan adalah waktu lokal ya, di mana Singapura dan Kuala Lumpur ini waktunya lebih cepat 1 jam dibandingkan dengan Jakarta.


Setelah terbang di langit malam selama kurang lebih 1 jam 45 Menit kami sampai di International Changi Airport. Waktu di Singapura sudah hampir menunjukan jam 00.30 pagi. Setelah meminta password wi fi (karena kebetulan password wi fi temanku sedikit bermasalah waktu itu) kami keliling-keliling bandara untuk mencari tempat istirahat yang nyaman. Maklum kami melakukan trip ini dengan cara berhemat, jadi untuk malam pertama kami istirahat di Bandara Changi.


Tempat Istirahat di Changi Airport




Bersiap untuk Tidur :D





Sekitar jam 08.00 kami bangun karena panggilan alam dan bersiap untuk jalan-jalan keliling Singapura. Sekedar informasi closet di Singapura ini merupakan closet kering jadi buat yang ga biasa mendingan siapin juga tissue basah. Setalah siap, saya dan teman saya melewati bagian imigrasi sana dengan aman dan sentosa, tapi buat kalian yang nanti pada saat di bagian imigrasi diinterograsi terlebih dahulu jawab saja dengan jujur tujuannya kalian jalan-jalan di negara ini.


Jam 09.30 kami keluar bandara, hal pertama kami lakukan adalah membeli sim card lokal agar kami bisa melakukan komunikasi secara intens dan tidak mahal. Harga sim card-nya sediri adalah 28 SGD. Kami menggunakannya secara sharing untuk menghemat biaya yaitu dengan mengaktifkan sim card di tablet dan melakukan tethering dari tablet. Setelah mengaktifkan kartu kami langsung menuju kereta yang menuju Singapore City dari bandara.

Kondisi di Dalam MRT Singapura

Selanjutnya kami berhenti di Stasiun Tanah Merah dan langsung membeli kartu MRT untuk transpotasi yang akan kami gunakan selama di Singapura. Harga kalo baru beli sekitar 15-20 SGD, namun jika sudah punya cukup top up minimal 10 SGD. Dan setelah itu kami langsung menaiki MRT menuju tempat-tempat yang kami kunjungi. Oia, masalah kedisiplinan warga Singapura sangat jauh dengan Indonesia. Di sini sangat lah bersih dan teratur.


Tujuan pertama kami adalah Botanical Garden, namun setelah naik MRT kami merasa sangat lapar dan kami baru ingat kalo kami belum makan dari pagi. Akhirnya kami merubah jadwal dan memilih untuk pergi ke Lau Pa Sat, tempat makan semacam food court gitu. Sekedar informasi, makanan dan minuman di Singapura ini cukup mahal, kami mengakali dengan bekal tempat minum agar kami bisa menghemat di air minum dan untungnya semua air baik dari kran maupun water tap di Singapura ini sudah disterilkan jadi bisa minum kapan pun dan di mana pun. Bayangkan saja untuk sebotol air mineral harus menghabiskan sekitar 5-7 SGD, mending digunakan untuk makan aja :)

Lau Pa Sat

Setelah perut terisi kami melanjutkan perjalanan menuju Raffles Place untuk melihat ikon dari negara ini yaitu gedung Marina Bay Sands dan Merlion Park. Selama perjalanan memang panas namun hal tersebut tidak menjadi hambatan, karena walau panas, jalanan di sini sangat nyaman, semuanya serba teratur dan polusi di negara ini pun ga separah Jakarta yang pasti. Dan setelah puas mengambil foto di daerah Raffless Place kami langsung melanjutkan perjalan kami menuju hostel yang sudah kami pesan.


Trotoar sekitar Merlion Park

Penampakan Marina Bay Sands dari Merloin Park

Patung Merlion
Pose Mainstream di Merlion :D


Sekitar jam 13.30 kami sampai di hostel yang kami sudah booked dan langsung check in. Untuk penginapan di Singapura cukup mahal kami memesan hostel ini aja sekitar Rp. 300.000,- untuk per malam dan per orang. Kami menginap di Fernloft Hostel di daerah jalan besar. Kami memilih tempat ini karena dekat dengan pusat perbelanjaan oleh-oleh Mustafa Center dan Little India. Setelah check in kami langsung istirahat dulu melepas lelah.


Kami terbangun sekitar jam 16.00 dan langsung bersiap untuk jalan-jalan meikmati setiap sudut Singapura. Tujuan kami yaitu mengunjungi little india karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dengan penginapan kami. Kami berkeliling di sekitaran little india dan ketika menemukan sebuah restaurant kami langsung memasukinya mengingat kami belum makan untuk yang kedua kalinya. Makanan yang kami makan adalah makanan khas India dan rasanya cukup enak menurut saya.


Setelah perut terisi kami melanjutkan perjalanan kami yaitu arab street melihat-lihat kawasan di Singapura memang tidak pernah membosankan. Selanjutnya kami langsung melanjutkan ke Haji Lane yang merupakan daerah yang cukup mengasikan buat nongkrong-nongkrong bersama teman. Di kedua daerah tersebut memang tidak banyak yang bisa dilihat tapi kami sangat menikmati semua tempat yang kami kunjungi.

Arab Street
Haji Lane Street
Jam 18.00 kami melanjutkan perjalan kami menuju menuju Bugis Street. Daerah ini sangatlah terkenal. Karena daerah ini merupakan salah satu tempat untuk membeli oleh-oleh. Oleh-oleh di sini cukup murah, namun karena ini merupakan hari pertama jadi kami tidak berniat untuk membeli oleh-oleh hanya melihat-lihat saja. Pada saat kami sedang jalan hujan pun turun dan kami langsung pergi ke pusat perbelanjaan yang ada di Bugis Street, sekalian melihat-lihat.


Keramaian di Bugis Street
Sekitar jam 19.30 hujan pun berhenti dan kami melanjutkan wisata kota kami. Tujuan selanjutnya adalah Orchad Road. Tempat ini meruapakan salah satu tempat yang harus dikunjungi ketika datang ke Singapura, itu merupakan recomended dari beberapa blog yang saya baca sebelum saya pergi. Entah apa yang menjadi dasarnya namun menurut saya Orchad Road ini biasa aja. Kami sampai sekitar jam 20.00 dan langsung menuju Lucky Plaza untuk makan malam. Di Lucky Plaza ini nasi hainamnya sangata terkenala namun sayang saya tidak bisa mencobanya karena kehabisan. Sehingga saya memesan yang lain. Setelah makan kami pun berbicang sebentar, namun tak terasa ternyata waktu sudah menujukan jam 22.00, sehingga kami pun memutuskan untuk kembali ke hostel dan beristirahat untuk melanjutkan liburan kami di Singapura esok hari.


Kami bangun jam 08.30 dan langsung siap-siap untuk melanjutkan liburan kami. Setelah siap kami langsung menuju lobby hostel kami untuk meminta sarapan, namun ternyata sarapan di Fernloft Hostel ini hanya diberikan sampai jam 09.00 dan kami sudah telat 15 menit. Jadi, kami langsung memutuskan untuk pergi ke tempat makan di Vivo City yang dekat dengan tujuan kami selanjutnya yaitu S.E.A. Aquarium di Sentosa Island.


Selesai makan kami langsung menuju Sentosa Station untuk menuju Sentosa Island. Sebenarnya ada 2 cara untuk menuju Sentosa Island, yaitu dengan jalan kaki dan naik MRT dengan harga tiket sekitar 6 SGD. Kami memilih untuk menggunakan MRT, karena matahari cukup terik. Dan ternyata antrian untuk menuju MRTnya cukup panjang, akibat pada hari kami pergi merupakan hari libur. Akan tetapi karena antriannya teratur sehingga antrian tersebut tidak terasa.


Antrian menuju Sentosa Island

Sekitar jam 11.00 kami sampai di Sentosa Island. Kami langsung bernarsis ria, salah satunya berfoto di icon Universal Studio Singapore :D. Setelah puas berfoto ria, kami langsung menuju tujuan kami yaitu S.E.A. Aquarium. Untungnya pada waktu itu kami membeli tiket di Indonesia secara online, karena jika tidak harga tiket masuk S.E.A. Aquarium saat itu sekitar 88 SGD. Sedangkan kami membeli di Indonesia hanya sekitar 35 SGD. 
Kami langsung memasuki area S.E.A. Aquarium. Sebelum memasuki bagian aquariumnya kami disuguhi semacam museum kebudayaan beberapa negara di Asia dan miniatur kapal-kapal dan senjata serta aksesoris dari beberapa negara Asia. Setelah puas menikmati kebudayaan serta replika-replika kami langsung menuju bagian aquariumnya.

Gerbang Masuk S.E.A. Aquarium
Replikasi Budaya Cina

Pajangan Replikasi Guci Bersejarah


Replikasi Budaya Indonesia (Palembang)
Pertama kami menikmati bagian depan aquarium dan liat-liat semuanya. Terus kami melanjutkan perjalanan yaitu melalui lorong aquarium kayak di seaworld gitu sih. Selanjutnya kami menikmati satwa-satwa laut yang ditampilkan melalui aquarium-aquarium. Perjalanan kami ditujukan ke ruangan utamanya. Ruangan tersebut ada aquarium yang disebut-sebut aquarium terbesar di dunia berdasarkan guiness book of record. Kami berhenti sejenak di bagian aquarium tersebut, karena kebetulan sedang ada pertunjukan yang sedang dilakukan. Selesai pertunjukan kami langsung melanjutkan ke bagian-bagian lain.


Aquarium Clown Fish

Aquarium Coral

Jellyfish
Aquarium Terbesar di Dunia
Setelah puas menikmati satwa laut yang ada kami keluar dan kami lanjutkan untuk menonton 4D di thypoon theater dengan menambah biaya tiket sebesar 4 SGD. Menurut saya ini salah satu wahana yang harus di coba juga ketika mengunjungi S.E.A. Aquarium. Pertunjukan thypoon theater sekitar 30 menit.


Carrot Cake Ala Singapura

Sekitar jam 15.00 kami keluar dari kawasan Sentosa Island menuju Vivo City untuk ngemil carrot cake untuk menunda lapar, karena kami ingin langsung melanjutkan ke Botanical Garden.


Jam 17.00 kami sampai di Botanical Garden dan kami langsung keliling-keliling taman ini. Menurut kami taman ini sangat nyaman dan edukatif. Selain udaranya yang enak, taman yang menjadi salah satu nominasi UNESCO Heritage Site ini, kondisi tamannya juga bersih, taman ini benar-benar sangat dimanfaatkan oleh warga Singapura. Karena jika saya lihat banyak warga yang menggunakan taman ini untuk bercengkrama bersama keluarga ataupun teman.


Singapore Botanic Gardens

Suasana Singapore Botanic Gardens
Setelah puas keliling Botanical Garden kami langsung melanjutkan ke tujuan selanjutanya yaitu Asian Civilization Museum agar liburan kami lengkap. Untuk tiket masuk ke museum ini sekitar 8 SGD. Namun, pada saat itu sedang ada renovasi di beberapa bagian museum, sehingga pada saat kami masuk sana gratis. Menurut saya, tempat ini merupakan tempat yang harus dikunjungi juga. Karena ternyata museumnya tidak membosankan dan dapat menambah wawasan kita tentang kebudayaan negara-negara di Asia.


Asian Civilization Museum



Selanjutnya kami ke Lau Pa Sat, mengingat ternyata kami terakhir makan adalah sebelum pergi ke Sentosa Island. Kami memutuskan makan di sana karena jaraknya yang tidak jauh dengan marina bay. Puas makan malam kami langsung berjalan menuju Marina Bay untuk menikmati suasana malam di sana kebetulan malam tersebut sangat cerah. Puas bersantai-santai ria kami berjalan menuju pertunjukan air mancur. Letak pertunjukan ini tepatnya di depan Marina Bay Sands, ini merupakan tempat yang wajib dikunjungi.


Pemandangan Malam Hari dari Marina Bay
Pertunjukan Air Mancur

Setelah puas menikmati pertunjukan kami langsung kembali ke penginapan mengingat sudah jam 23.00 dan MRT hanya sampai jam 24.00 jadi kami langsung buru-buru menuju MRT. Sekitar jam 23.45 kami sampai di hostel, lalu kami bersih-bersih dan langsung istirahat.


Esok harinya kami bangun jam 08.00 langsung siap-siap untuk sarapan dan check out. Setelah sarapan kami bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan kami. Sekitar jam 10.00 kami check out dari penginapan kami. Setelah itu kami cari makan siang, karena kami akan melakukan perjalanan yang cukup lama sekitar 6-7 jam.


Selesai makan kami langsung pergi menuju terminal bus yang mengantarkan kami ke Johor Bahru, Malaysia. Harga tiket bus yang kami gunakan adalah 3.30 SGD dengan kondisi bus cukup nyaman. Dan selama perjalan di Singapura saya melihat kondisi jalan-jalan di Singapura yang sangat teratur serta masih banyak ruang terbuka hijau. Selama perjalanan kami habiskan waktu dengan mengobrol. Setelah 1 jam perjalanan kami sampai di imigrasi keluar Singapura. Sekitar 20 menit kemudian kami melanjutkan ke imigrasi masuk Malaysia.

Kondisi Bus Menuju Johor Bahru
Kondisi Bus Menuju Kuala Lumpur


Sekitar jam 15.00 kami sampai di terminal Johor Bahru dan langsung membeli tiket bus ke Kuala Lumpur seharga 35 MYR. Untuk menuju Kuala Lumpur dibutuhkan waktu perjalanan sekitar 5 jam. Seperti sebelumnya selama perjalanan kami hanya melihat-lihat suasana perjalanan. Dan ada 1 hal yang baru saya ketahui, ternyata di Malaysia motor itu bisa masuk jalan tol. Perjalanan menuju Kuala Lumpur ini melewati jalan yang membelah gunung. Sehingga perjalanannya tidak begitu membosankan. Namun, karena semalemnya kami kurang tidur, kami merasa letih dan memutuskan untuk tidur.


Jam 20.00 kami sampai di Terminal Kuala Lumpur. Kami langsung mencari tempat makan karena merasa sangat kelaparan. Selesai makan kami langsung menuju stasiun MRT untuk menuju pusat kota. Harga tiket MRTnya sendiri yaitu 1 MYR. Sekitar jam 21.00 kami sampai di stasiun NU Sentral dan langsung menuju hotel untuk check in. Kami istirahat sebentar, dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Bukit Bintang.


Untuk menuju Bukit Bintang kami memutuskan untuk membeli kartu MRT Rapid KL seharaga 20 MYR dengan isi 15 MYR dan masa aktif selama 2 tahun. Selesai membeli kami langsung menuju tempat pemberhentian kereta yang menuju Bukit Bintang. Sampai di sana kami sekitar jam 23.15 dan kami hanya berkeliling di sekitaran bukit bintang sebentar karena kami takut MRT sudah berhenti beroperasi.

Suasana di Bukit Bintang
Suasana di Bukit Bintang
Suasana di Bukit Bintang


Kami sampai di hotel sekitar jam 24.00, karena masih merasa belum mengantuk, setelah bersih-bersih kami memutuskan untuk menonton TV di kamar sampai kami merasa lelah.


Saya terbangun jam 11.00 dan melihat teman saya masih tertidur. Mengingat kami semalem baru tidur sekitar jam 03.00. Saya langsung bergegas mandi untuk melanjutkan jalan-jalan di Kuala Lumpur. Pada awalnya saya akan pergi sendiri karena teman saya masih tertidur. Namun, akhirnya dia terbangun dan dia langsung mandi dan bersiap juga.


Sekitar jam 12.30 kami sudah siap untuk menjelajah Kuala Lumpur. Karena kami belum makan, hal pertama yang kami lakukan adalah mencari makan. Akhirnya kami memutuskan untuk menuju daerah Pasar Seni untuk makan sekalian membeli oleh-oleh untuk kerabat di Indonesia. Selesai makan dan keliling di Pasar Seni kami melanjutkan perjalanan menuju KLCC yang merupakan letak icon Kuala Lumpur yaitu menara Petronas. Di sini kami beristirahat sejenak dan mencari koneksi wi fi untuk menghubungi kerabat di Indonesia. Setelah menghubungi kerabat kami menuju luar untuk berfoto di depan menara Petronas.

Menara Petronas
Menara Petronas di Malam Hari

Suasana Sekitar KLCC

Puas berfoto di Petronas kami melanjutkan perjalan menuju dataran merdeka. Salah satu tempat yang harus dikunjungi juga jika kalian ke Kuala Lumpur. Daerah ini sangat cocok buat yang suka berfoto dan mengambil gambar. Di tempat ini juga ada gambar-gambar perdana menteri yang sudah pernah menjabat di Malaysia.


Taman di Dataran Merdeka
Perpustakaan Kuala Lumpur

Bangunan Sekitaran Dataran Merdeka
Kuala Lumpur City Gallery
Kuala Lumpur City Gallery

Tak terasa waktu sudah menujukan 18.00 kami pun kembali ke hotel dan sebelumnya kami membeli makan malam terlebih dahulu. Kami sampai di hotel jam 19.00 dan langsung makan malam. Setelah kami langsung bersih-bersih. Pada awalnya saya merencanakan untuk pergi ke Petronas lagi untuk melihat suasana Petronas malam hari. Namun, karena kami sudah kelelahan kami memutuskan untuk packing dan langsung istirahat, karena kami harus bangun jam 04.00 untuk mengejar penerbangan jam 07.00 untuk kembali ke Jakarta.


Esoknya kami bangun jam 04.00 dan langsung siap-siap menuju bandara. Setelah check out kami langsung menuju stasiun untuk menggunakan KLIA Express menuju bandara. Harga tiket KLIA Express ini adalah 35 MYR. Untuk menuju bandara Kuala Lumpur ada 3 moda transportasi yang bisa digunakan. Namun jika kalian mengejar waktu gunakan KLIA Express. Untuk menuju bandara dengan KLIA Express hanya membutuhkan waktu 45 menit. Setelah sampai bandara kami langsung check in dan menunggu pesawat. Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 07.00 dan kami pun terbang menuju Indonesia.

12 comments:

  1. Jadi ngiler pengen jalan-jalan ke LN juga. hehe

    ReplyDelete
  2. @Arief Nurman:Ayo jalan-jalan :)
    Tapi sebenernya di Indonesia banyak juga tempat yang ok :)

    ReplyDelete
  3. Mas mau nnyk, pas nginap di hostel singapore kopernya bs di titip ga?

    ReplyDelete
  4. @Yunny Caroline:maaf mba yunny baru respon. untuk pas nginep di hostel yang saya singgahi di singapore di kasih loker tapi bawa gembok sendiri. emang ada yang ga di gembok juga sih lokernya bule dan aman-aman aja, tapi ada baiknya membawa gembok sendiri buat jaga-jaga

    dan untuk kalo udah check out saya kurang tau masih bisa dititip ato ga (misal penerbangan selanjutnya malam dan masih pengen keliling singapore), karena kebetulan kemarin saya setelah check outnya langsung ke malaysia

    ReplyDelete
  5. mas jadi beli tiket pesawatnya datang dari singapore terus pulang lewat kuala lumpur gitu?

    ReplyDelete
  6. informasi yang menarik ka, oha ya ka kalo keluar negeri yg namanya internet udah jadi persiapan yang harus di perhitungkan kan. nah sekarang ada travel wifi ke singapura murah mulai dari 70 ribuan, sinyal 4g LTE, unlimited dan bebas roaming cobain deeh

    ReplyDelete
  7. wah asiknya... dulu pernah sih tapi cuma bentar karena nunggu layover doang, mana mesti bawa tas ransel lumayan gede gitu -_-"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, jalan-jalan emang selalu mengasyikan :D

      Delete
  8. whoah this weblog is magnificent i love reading your posts.
    Keep up the good work! You already know, many people are hunting around for this information, you can aid them
    greatly.

    ReplyDelete
  9. Berlibur ke Singapura bisa dibilang patut dicoba buat kita semua. Terutama bagi yang belum pernah travelling ke luar negeri. Selain harga tiketnya yang bersahabat, transportasi disana sangat memadai meskipun biaya hidup dan hotel disana terbilang mahal ya. Untuk wisata alam tentu tidak sebagus di Indonesia tetapi wisata kota nya layak dikunjungi. Umumnya orang-orang mampir ke universal studio, tapi wisata kota yang gratisnya juga banyak dan instagram-able. Menurut saya, singapura bisa dijadikan ajang “pemanasan” bagi kita-kita untuk liburan ke luar negeri yang lebih jauh. Kalo teman-teman berkenan mampir ke blog saya buat baca review liburan ke Singapura.

    http://www.nyimastsuraya.com/2018/12/honeymoon-singapore.html

    ReplyDelete