MY LIFE, MY STORY

Pages

Wednesday, August 19, 2015

MENJELAJAH THAILAND, KAMBOJA DAN MYANMAR MENGGUNAKAN AIR ASIA ASEAN PASS (PART II)

*Kamboja*
Pada part sebelumnya saya sudah menceritakan bagaimana saya bersama teman saya menghabiskan liburan di Thailand. Sekarang saya akan menceritakan kelanjutan liburan kami ke negara selanjutnya yaitu Kamboja. 

Kami harus bangun sekitar jam 03.30 karena kami menggunakan penerbangan yang sangat pagi yaitu jam 06.30 dari Bangkok, Thailand menuju Phnom Penh, Kamboja. Setelah semua bersiap kami langsung meluncur ke Bandara Don Mueang sekitar jam 04.15 menggunakan taksi yang sudah kami pesan dari penginapan dengan ongkos 450 Baht untuk 4 orang (yah jadi kan di bagi-bagi :D). Kami pergi jam segitu dikarenakan kami tidak tahu lalu lintas Bangkok serta jarak yang cukup jauh dari penginapan.

Jam 06.30 pesawat yang kami naiki take off menuju Phnom Penh setelah menunggu boarding gate di bandara. Selama di perjalanan kami memanfaatkan waktu dengan tidur karena kami masih merasa ngantuk. Sekitar jam 07.40 pesawat yang kami tumpangi telah mendarat di Phnom Pehn, Kamboja.

Setelah mengurus imigrasi, kami semua langsung menuju penukaran uang yang ada di bandara. Oia mata uang yang berlaku di Kamboja ini ada 2 jenis yaitu Riel (KHR) dan US Dollar (USD). Sehingga kami tidak menukar semua uang kami menjadi mata uang lokal dikarenakan Dollar pun masih berlaku di negara ini. Setelah menukarkan uang, kami langsung menuju ke penginapan yang sudah dipesan di tanah air sebelumnya menggunakan taksi dengan ongkos 12 Dollar atau setara dengan 36000 Riel. Dan untuk informasi di Kamboja tempat sopir adalah di sebelah kiri.

Welcome to Cambodia
Kami sampai di penginapan sekitar jam 09.00 dan langsung check in karena kebetulan kamar yang akan kami tempati sudah siap untuk digunakan jadi kami bisa langsung check in. Tidak mau membuang waktu kami langsung menyimpan barang bawaan kami dan langsung membawa barang yang penting saja dan langsung keluar untuk berkeliling di ibu kota Kamboja, Phnom Penh. Untuk keliling kota ini kami menyewa tuk-tuk yang sudah ada di depan penginapan kami seharian. Harga sewanya yaitu sekitar 20 Dollar, namun karena kami ingin menambah wisata kami menuju Killing Fields yang jaraknya cukup jauh (sangat jauh kalo menurut saya) sehingga kami harus menambah sebesar 5 Dollar. Jadi, kami menghabiskan biaya untuk menyewa tuk-tuk seharian sebesar 25 Dollar untuk 4 orang.

Bergaya di Tuk-Tuk (1)

Bergaya di Tuk-Tuk (2)
Kondisi Jalan di Kamboja


Tempat pertama yang kami kunjungi adalah tempat makan, karena kami belum sarapan. Setelah urusan perut beres kami langsung menuju Royal Palace Kamboja. Namun sayangnya kami gagal memasuki Royal Palace, karena kebetulan sedang tutup. Kami pun melanjutkan tour kami menggunakan tuk-tuk ini menuju Killing Fields. Seperti yang sudah saya katakana sebelumnya, jarak menuju Killing Fields ini sangat jauh. Kami menghabiskan waktu 1,5 jam untuk sampai di Killing Fields dengan kondisi jalanan yang sangat banyak debunya karena kondisi jalanan di negara ini sangat gersang dengan tanah merahnya, jadi jika kalian jalan-jalan ke negara ini saya sarankan membawa masker untuk menutupi hidung kalian dan harus hati-hati karena kamboja ini merupakan negara ke-3 yang banyak sekali pencopet.

Sekitar jam 12.30 kami sampai di Killing Fields. Tiket masuknya adalah sebesar 24600 Riel dan mendapatkan pinjaman alat dengar cerita tentang sejarah tempat-tempat di Killing Fields serta sudah termasuk untuk memasuki museum dan menonton dokumenter tentang kekejaman Khmer Merah. Killing Fields ini merupakan kuburan masal tempat pembantaian yang dilakukan oleh rezim Khmer Merah selama perang saudara terjadi di Kamboja. Menurut om wiki sekitar ada 2,5 juta jiwa yang di bantai di Killing Fields.

Monumen Killing Fields
Killing Fields
 
Kami berkeliling Killing Fields ini sekaligus mendengarkan cerita yang diputar tentang kekejaman Khmer Merah di setiap tempatnya. Setelah berkeliling kami melanjutkan ke museumnya yang masih di area Killing Fields. Di museum ini memperlihatkan peninggalan-peninggalan pada saat rezim Khmer Merah berkuasa seperti alat untuk membantai, pakaian sampai menceritakan hukuman yang dijatuhkan kepada pemimpin Khmer Merah oleh PBB setelah rezimnya berhasil digulingkan, karena sudah termasuk pelanggaran HAM. Setelah itu, kami melanjutkan ke ruangan menonton untuk menonton dokumenter tentang kekejaman pada masa rezim Khmer Merah.

Puas berkeliling di Killing Fields kami melanjutkan perjalanan kami ke Museum Genosida Tuol Sleng yang merupakan bekas penjara pada masa kekejaman rezim komunis Khmer Merah. Perjalanan dari Killing Fields menuju Museum Genosida Tuol Sleng tidak terlalu jauh hanya sekitar 1 jam. Harga tiket masuk ke museum ini adalah 12600 Riel.

Sebelum dijadikan penjara sebenarnya bangunannya merupakan sekolah. Namun, pada saat rezim Khmer Merah di jadikan penjara dan tempat penyiksaan para penduduk yang tidak mendukung Khmer Merah. Dan setelah rezim Khmer Merah berakhir bangunan ini dijadikan museum. Di sini kita bisa melihat alat-alat, tempat tidur dan penjara yang digunakan untuk menyiksa para tawanan. Selain itu juga kita bisa melihat foto para korban kekejaman Khmer Merah.

Monumen Museum Tuol Sleng

Museum Tuol Sleng





Setelah bekeliling museum Genosida Tuol Sleng kami melanjutkan makan di tuk-tuk café yang merupakan rekomendasi dari abang tuk-tuk yang kami sewa. Letaknya tidak jauh dari museum dan harganya pun standar. Oia, di sini kami menikmati mkanan khas Kamboja yaitu Amok.

Perut sudah terisi dan kami pun melanjutkan jalan-jalan kami menuju Wat Phnom. Wat Phnom merupakan kuil tempat umat Budha beribadah. Namun, sudah dijadikan sebagai destinasi wisata para turis juga. Harga tiket masuk kuil ini adalah 4000 riel. Menurut saya di sini tidak ada yang spesial juga sih di sini namun cukup bagus juga untuk dinikmati dan untuk foto-foto.

Di Depan Pintu Masuk Wat Phnom
Sekitaran Wat Phnom Sore Hari

Bergaya di Depan Wat Phnom
Selanjutnya kami memutuskan untuk kembali ke penginapan untuk mandi dan beristirahat sejenak. Sekitar jam 20.00 kami memutuskan untuk mencari pizza yang terkenal di Kamboja, yaitu Happy Herb Pizza. Spesialnya pizza ini adalah terdapat weed atau ganja sebagai topping. Kami keluar menuju restoran pizza yang menjualnya dan ternyata jalanan di Phnom Penh itu sudah sepi padahal baru jam 20.00. Mengingat Kamboja merupakan negara ke-3 dengan penjambretnya jadi saya sarankan untuk menaiki tuk-tuk saja ketika akan keluar malam.

Happy Herb Pizza
Setelah membeli pizza kami memutuskan untuk memakannya di penginapan karena kami takut akan efeknya yang bisa membuat kami lupa diri. Sekitar jam 22.00 kami sampai di penginpan dan langsung memakan pizza dan menanti efeknya pada kami. Namun sepertinya karena kandungan weednya hanya sedikit, efeknya pun tidak ada pada tubuh kami. Dan kami pun langsung istirahat untuk mempersiapkan esok hari.

Kami bangun sekitar jam 06.30 dan langsung bersiap-siap untuk check out dan melanjutkan perjalanan kami menuju Siem Reap yang merupakan tujuan utama kami ke Kamboja. Setelah semua siap kami menunggu jemputan menuju bus yang telah kami pesan sebelumnya di Indonesia. Dan sekitar jam 09.00 kami sudah menaiki bus menuju Siem Reap. Ongkos bus yang kami naiki untuk menuju Siem Reap adalah 16 Dollar. 

Sebelum Berangkat ke Siem Reap

Pemandangan Selama Perjalanan Menuju Siem Reap (Hanya Tanah Merah)
Perjalanan dari Phnom Penh menuju Siem Reap sangat jauh sekitar 7-8 jam. Karena pemandangan selama perjalanan hanya sebuah tanah merah yang lapang dan tidak ada yang menarik maka setelah sarapan pizza sisa kemarin kami memutuskan untuk tidur. Oia, selama perjalanan bus berhenti sebanyak 2 kali yang pertama untuk ke toilet dan yang kedua pada saat makan siang jadi itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Pada saat di bus ada fasilitas Wi-Fi namun yah koneksinya jangan diharapkan.

Sekitar jam 16.00 kami pun sampai di terminal bus yanga kami tumpangi di Siem Reap. Setelah semua beres dan siap tentang keperluan bagasi kami pun langsung ditawari oleh orang-orang lokal yang berprofesi sebagai sopir untuk mengantarkan kami  ke penginapan. Kami pun menggunkan tuk-tuk ke penginapan yang sudah kami pesan dengan ongkos 2 Dollar.

Namun sebenarnya permasalahannya setelah kami turun. Si sopir tuk-tuk yang tadi kami naiki menawarkan jasa untuk memandu kami sebagai tour guide esok hari mengelilingi Angkor Wat yang merupakan destinasi utama para turis di Siem Reap. Menawarkan jasanya pun sedikit memaksa dan sangat mahal yaitu 32 Dollar. Padahal di penginapan ada paket untuk berkeliling menggunakan tuk-tuk yang sudah bekerja sama dengan penginapan biayanya hanya 17 Dollar. Jadi, saya sarankan jika kalian ditawari oleh sopir tuk-tuk mending tolak saja. Lebih baik menggunkan jasa yang sudah kerja sama dengan penginapan. Oia, untuk menolaknya pun kita harus sendiri, karena orang sana tidak mau mengambil incaran mangsa saudara sebangsanya.

Selesai permasalahan untuk esok hari tentang tuk-tuk dan sebagainya kami pun langsung menuju kamar. Hal yang pertama saya lakukan adalah mencuci baju, dikarenakan saya tidak membawa baju untuk seminggu. Selesai mencuci baju saya langsung istirahat sebentar untuk memulihkan stamina setelah perjalan panjang menuju Siem Reap.

Jam 18.30 kami sudah siap untuk mengelilingi kota Siem Reap. Suasana kota Siem Reap pada  malam hari sangatlah jauh berbeda jika dibandingkan dengan Phnom Penh. Di sini sangat ramai dan memang lebih banyak turis  juga. Kami jalan-jalan menuju Night Market dan Pub Street yang merupakan tempat pusat hiburan malam dan tempat belanja oleh-oleh. Tidak ada yang aneh sih namun kedua temapt tersebut memang wajib dikunjungi pada saat kita di Siem Reap daripada kita berdiam diri di penginapan.

Night Market dan Pub Street di Siem Reap
Puas berkeliling, kami pun memutuskan untuk nongkrong di sebuah pub untuk istirahat dan menikmati live music. Sampai tak terasa waktu pun sudah menunjukan jam 22.30, kami pun bergegas pulang karena esok hari kami harus bangun sangat pagi untuk menuju Angkor Wat untuk mengejar sunrises di sana.

Sekitar jam 03.30 kami semua bangun dan langsung bersiap menuju Angkor Wat dikarenakan kami harus pergi sekitar jam 04.30. Setelah semua siap kami langusng menaiki tuk-tuk yang kami pesan dari pihak penginapan sebelumnya. Hanya sekitar 20 menit kami sudah sampai ke counter tiket untuk memasuki kawasan Angkor Wat. Untuk membeli tiketnya kita harus mengeluarkan 20 Dollar dan harus langsung datang karena langsung di foto untuk di tiketnya.

Tiket Masuk Kawasan Angkor Wat
Jam 05.30 kami sampai di Angkor Wat dan langsung mencari spot untuk mengambil foto sunrise di tempat yang paling bagus. Kami menunggu sekitar 30 menit untuk sampai matahari muncul dari persembunyiannya. Setelah mendapatkan foto yang diinginkan kami melanjutkan berkeliling kedalam Angkor Wat sampai ke bagian belakang.

Gerbang Menuju Angkor Wat
Sunrises di Angkor Wat
Angkor Wat Tampak Depan
Angkor Wat Tampak Belakang

Angkor Wat
Puas berkeliling Angkor Wat kami melanjutkan untuk menjelajah kawasan candi yang lain. Tujuan kami selanjutnya adalah Bayon Temple. Ciri khas dari candi Bayon ini merupakan candi 1000 wajah, banyak sekali wajah-wajah yang terpahat di candi ini. Ternyata Bayon ini merupakan kawasan candi. Di sini banyak sekali candi sehingga kami sangat puas untuk berkeliling. Oia, untuk berkeliling saya sarankan untuk membawa minum karena udaranya sangat panas.
Candi Bayon (1)

Candi Bayon (2)


Candi Tempat Tinggal Raja di Kawasan Candi Bayon

Relief di KAwasan Candi Bayon

Setelah berkeliling Bayon Temple kami melanjutkan ke tempat yang menjadi tempat Angelina Jolie beraksi dalam film tomb raider, yaitu ta phrom. Tempat ini sangat bagus dan sangat asri. Di sini kita bisa melihat pohon-pohon yang sangat besar yang tumbuh di atas-atas candi. Di sini banyak sekali spot-spot untuk melakukan foto. 

Gerbang Masuk Ta Phrom
Ta Phrom
Bergaya di Ta Phrom

Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 11.00. Dan kami ingat bahwa kami belum makan dari pagi, kami pun langsung pergi ke tempat makan di sekitaran penginapan. Setelah itu, kami memutuskan untuk langsung kembali ke penginapan karena mersa sangat lelah mengingat kami kurang tidur di malam sebelumnya.

Kami bangun sekitar jam 17.30 dan langsung bersiap untuk berjalan-jalan lagi di Siem Reap. Sama seperti malam sebelumnya kami berjalan-jalan di sekitaran night market dan pub street. Kami berkeliling untuk mencari cendera mata khas dari Kamboja. Selain itu, kami berjalan-jalan juga di old market dan night market art center. Untuk mencari oleh-oleh di Siem Reap saya sarankan lebih baik beli di night market art center karena banyak jenisnya dan macamnya serta harganya pun standar dan masih bisa ditawar.
 
Gerbang Masuk Siem Reap Art Center

Sungai di Siem Reap Art Center
Siem Reap Art Center


Kondisi Siem Reap Art Center
Sekitar jam 22.00 kami kembali ke penginapan untuk packing oleh-oleh yang sudah kami beli. Setelah packing kami beristirahat karena esok hari kami akan melanjutkan liburan kami ke negara Myanmar.

2 comments:

  1. puas banget jalan-jalannyaa, btw itu pintu masuk art centrenya tsakeup euy ada airnya...

    ReplyDelete
  2. @Arifinda D Putri:puas ga puas sih hehehe
    soalnya kalo buat ke tempat-tempat yang emang tujuan wisata cukup waktunya tapi kalo buat sampe mengenal budayanya kayaknya minimal seminggu :D.
    Tapi, so far perjalanan yang udah saya jalanin seru. :)

    ReplyDelete