MY LIFE, MY STORY

Pages

Thursday, October 1, 2015

TRIP KE PULAU TUNDA, BANTEN

Pulau Tunda merupakan salah satu pulau yang indah yang dimiliki oleh Indonesia. Letak Pulau Tunda ini yaitu berada di utara Teluk Banten, masuk ke dalam perairan Laut Jawa. Ga banyak orang yang tau tentang Pulau Tunda bahkan tidak sedikit orang Banten pun ga tau. Nah, semoga cerita tentang saya di Pulau Tunda ini bisa jadi informasi dan referensi buat yang suka jalan-jalan, terutama yang suka dengan keindahan bawah laut.

Seperti biasa kayak jalan-jalan sebelumnya saya trip dengan mengikuti open trip, open trip yang saya ikuti dari Badak Tour N Travel. Saya pergi dari kosan saya yang di daerah Tebet, Jakarta Selatan ke Banten sekitar jam 19.30 di hari Jumat. Sebenarnya meeting Point untuk trip kali ini di hari Sabtu di Pelabuhan Karang Hantu. Namun dikarenakan saya tinggal di Jakarta maka saya pergi dari Jakarta hari Jumat dan menginap di basecamp penyelenggaranya terlebih dahulu.

Keesokan harinya saya dan teman-teman trip pergi menuju Pelabuhan Karang Hantu sekitar jam 07.30. Kebetulan pada trip kali ini ada peserta yang mebawa mobil sehingga saya bisa nebeng menuju dermaga tanpa ada biaya tambahan (hehehe :D). Kami sampai di Pelabuhan Karang Hantu sekitar jam 08.30 dan langsung pendataan peserta dan siap-siap menuju Pulau Tunda.


Dermaga Karang Hantu

Dermaga Karang Hantu



Perjalanan menuju Pulau Tunda lamanya tergantung jenis mesin pada perahu nelayan yang digunakan (saya juga baru tahu ternyata ada beberapa mesin untuk perahu nelayan). Kebetulan perahu yang kami gunakan merupakan perahu yang mesinnya cepat (entahlah namanya apa saya juga lupa jenis mesinnya) sehingga perjalanan menuju Pulau Tunda tidak terlalu lama, yaitu sekitar 2 jam. Selama perjalanan kami hanya berfoto, mengobrol dan tidur untuk membunuh waktu selama perjalanan. Oia, sekedar informasi ombak laut menuju Pulau Tunda cukup besar sehingga sebaiknya menyimpan barang bawaan kalian ditempat yang aman dan buat yang ga biasa sebaiknya minum obat anti mabuk.


Pemandangan Menuju Pulau Tunda
Sekitar jam 10.30 kami sampai di Pulau Tunda, kami hanya mebawa perlatan snorkeling yang sudah disiapkan dan langsung menuju tempat snorkeling pertama. Tempat snorkeling pertama yang kami kunjungi adalah Tanjungan. Kondisi underwater di tempat snorkeling pertama ini sangat indah bersih, banyak ikannya dan terumbunya pun masih sangat bagus. Namun, pada saat snorkeling di sini kita harus hati-hati soalnya perairannya cukup dangkal, jangan sampai kita merusak dan terluka terkena terumbu karangnya.

Underwater Tanjungan (1)
Underwater Tanjungan (2)

Clown Fish di Tanjungan

Clown Fish




Puas snorkeling di spot pertama kami kembali ke perahu. Namun sebelum melanjutkan snorkeling kami memutuskan untuk makan siang terlebih terlebih dahulu di tengah laut sambil menikmati keindahan yang Tuhan ciptakan. Selesai makan kami melanjutkan ke spot snorekling kedua yaitu Karang Nafis.

Kondisi bawah air Karang Nafis ini ga kalah jauh indah dibandingkan dengan Tanjungan yang merupakan spot snorkeling pertama. Karang di sini sangat bewarna membuat orang yang yang snorkeling di sini lupa diri. Ikan di sini sangat variatif dan banyak ditambah dengan perpaduan keindahan karang yang warna-warni membuat tempat snorkeling ini sangat indah.

Terumbu di Karang Nafis

Terumbu Karang Nafis




Kehidupan Bawah Laut Karang Nafis
Sekitar 1 jam 30 menit kami snorkeling menikmati keindahan bawah Karang Nafis kami memutuskan kembali ke perahu dan menuju homestay untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan ke kegiatan selanjutnya. Sekitar jam 15.30 kami sampai di Pulau Tunda dan langsung menuju homestay. Homestay di Pulau Tunda sangat enak dan nyaman, yah walaupun udaranya panas tapi namanya juga di laut (hehehe :)). Kebetulan di Pulau Tunda ini listrik ada hampir 24 jam, hanya mati pada saat jam 17.00 dan jam 06.00 itu pun hanya 30 menit. Dikarenakan pada siang hari mereka menggunakan tenaga solar cell dan malam hari menggunakan diesel sehingga listrik mati hanya saat peralihan saja.

Kapal Merapat di Pulau Tunda

Dermaga Kapal di Pulau Tunda
Touch Down Pulau Tund
Setelah istirahat sekitar jam 16.30 kami menuju dermaga sebelah barat pulau untuk hunting sunset. Perjalanan menuju dermaga ini sekitar 30 menit dengan jalan kaki. Sampai di sana kami berfoto ria sambil menunggu matahari tenggelam. Namun cukup sayangkan juga sih, kondisi langit pada saat itu cukup berawan sehingga sunset-nya kurang sempurna. Setelah hunting sunset dan puas bernarsis ria kami memutuskan untuk kembali ke penginapan sebelum gelap.


Pemandangan Menuju Dermaga Barat

Jalan Menuju Dermaga Barat


Ceria di Dermaga

Dermaga Barat

Sesaat Sebelum Sunset


Sunset di Dermaga Barat Pulau Tunda


Sekitar jam 18.30 kami sampai di penginapan dan langsung bersih-bersih. Selanjutnya kami makan malam dan mengobrol sejenak dikarenakan acara bebas. Saya sendiri tidak berlama-lama untuk mengobrol dikarenakan sudah merasa kelelahan, jadi saya memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu untuk mempersiapkan hari esok.

Saya bangun jam 05.00 dan langsung bersiap untuk hunting sunrises. Kebetulan kita bisa melihat sunrises di dermaga kedatangan kita atau pun dermaga sebelah barat tempat melihat sunset. Saya lebih memilih melihat di dermaga kedatangan, dikarenakakan jaraknya yang lebih dekat dari penginapan. Sekitar 1 jam menunggu akhirnya matahari muncul dari peraduannya.


Sunrises di Pulau Tunda

Sunrises

Pagi di Pulau Tunda


Usai hunting sunrises saya kembali ke penginapan dan sarapan pagi. Setelah semua sarapan kami pun bersiap melanjutkan kegiatan selanjutnya yaitu jalan-jalan menuju mercusuar yang ada di bagian utara pulau. Tapi don’t expect to much, mercusuarnya ga kayak yang di film-film, lebih mirip sutet sih kalo menurut saya. Di sini kami menikmati pemandangan dan berfoto ria. Namun, karena saya merupakan orang yang suka sekali dengan laut saya pun berenang-renang di sekitaran.

Perjalanan Menuju Mercusuar


Mercusuar
Pantai Sisi Utara Pulau Tunda
Berenang di Pantai
Menikmati Surga Kecil
Puas menikmati pemandangan dan bermain di sekitaran mercusuar, kami memutuskan untuk melanjutkan ke kegiatan selanjutnya. Di sini saya sedikit kecewa lagi dengan penyelenggara trip ini. Karena yang seharusnya kami snorkeling lagi ke satu spot baru tapi karena perahunya ga datang-datang kami ga jadi snorkeling di tempat baru. Dan dari pada kami kesal menunggu kami kembali ke tempat mercusuar untuk snorkeling di sekitaran sana.

Ternyata tempat di tempat mercusuar ini ikan dan terumbunya ga kalah bagus dan indah. Di sini ikannya ga kalah banya dan variatif, terumbunya ga kalah bewarna dan masih bagus. Pokonya kami ga menyesal juga sih snorkeling di sini. Kami snorkeling sekalian menunggu perahu yang akan jemput kami. Dan ketika kami sudah bosan kami pun istirahat dan akhirnya peahu pun datang.


Snorkeling di Laut Pulau Tunda
Terumbu Karang di Pulau Tunda

Free Diving

Free Diving




Oia, sekedar informasi, kontur bawah laut tempat snorkeling pulau tunda ini seperti gunung yang curam. Jadi ditempat snorkeling itu sangat dangkal dan sangat dekat dengan terumbu namun tiba-tiba sangat dalam sampai dasarnya pun tak terlihat. Sehingga kapal tidak bisa mendekat, jadi saat kembali ke kapal di butuhkan tenaga untuk berenang menuju kapal dengan melawan ombak yang cukup besar.

Setelah sampai di perahu, pada awalnya kami akan melanjutkan snorkeling ke tempat yang satunya lagi. Tapi di tengah perjalanan kami memutuskan untuk kembali ke penginapan untuk bersiap pulang. Dan kami langsung bersih-bersih setelah sampai di penginapan. Sekitar jam 14.30 kami pulang menuju Pelabuhan Karang Hantu, sebelum sampai pelabuhan kami mampir ke pulau tiga sebentar. Kami berfoto ria di sana dan kembali melanjutkan perjalan menuju Pelabuhan Karang Hantu. Selama perjalanan kami melihat pemandangan dan bersyukur atas kesempatan untuk melihat surga kecil lain di Indonesia.

Pulau Tiga
Sunset di Perjalanan Pulang

NB: untuk trip kali ini cukup membayar Rp. 385.000,- di mulai dari Pelabuhan Karang Hantu sampai kembali ke Pelabuhan Karang Hantu.

No comments:

Post a Comment