MY LIFE, MY STORY

Pages

Sunday, December 13, 2015

NGE-BOLANG DI NEGERI LASKAR PELANGI, BELITUNG

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman liburan saya di Belitung tanpa menggunakan jasa open trip. Ya Belitung, tempat yang dikenal berkat sebuah film karya anak bangsa ini memang sangat indah dan wajib menjadi destinasi wisata. Karena saya mendapatkan tiket gratis untuk pulangnya maka liburan di Belitung ini hanya 24 jam. Belitung sendiri dibagi menjadi 2 bagian yaitu Belitung Barat dan Belitung Timur. Karena waktu yang terbatas saya hanya menjelajah Belitung Barat. Alasanya, Belitung Barat ini lebih banyak tempat wisata alamnya sedangkan Belitung Timur lebih banyak wisata seperti kunjungan ke SD Muhamadiyah (SDnya genk laskar pelangi), museum kata Andrea Hirata sampai kunjungan ke rumah orang no 1 di DKI Jakarta, yaitu Ahok. Kayak cukup pembukanya udah terlalu panjang, langsung aja yah ceritanya.

Akhirnya tanggal 10 Oktober 2015 pun datang juga. Setelah hanya sekitar 2 minggu merencanakan akhirnya liburan impulsif jadi juga. Liburan kali ini memang sangat tidak direncanakan hanya karena saya diberikan tiket pulang dari Belitung gratis, saya pun langsung membeli tiket perginya, karena terbetur dengan terbatasnya cuti jadi liburannya hanya 1 hari. Saya pergi bersama teman kosan saya hanya berdua sekitar jam 04.30 menuju Bandara Soekarno Hatta. Dan kami langsung check in dan langsung menunggu boarding gate dibuka di ruang tunggu. Dan sekitar jam 06.00 boarding gate pun dibuka dan kami segera masuk.

Sekitar jam 06.10 pesawat yang kami tumpangi akhirya take off menuju Belitung. Sepanjang perjalanan kami memanfaatkan waktu untuk istirahat, karena kami harus bangun pagi jadi merasa kurang istirahat. Dan setelah terbang selama 1 jam akhirnya kamu pun sampai di Bandara Tanjung Pandan dengan selamat.

Bandara Tanjung Pandan
Setelah sampai kami menunggu jemputan oleh sopir dari tempat mobil yang kami sewa. Karena kami lupa memberitahukan sekitar jam berapa kami sampai Bandara maka kami harus menunggu sekitar 30 menit. Setelah jemputan datang kami langsung naik mobil dan langsung menuju Danau Biru Kaolin karena letaknya yang paling dekat dengan Bandara.

Sekitar jam 08.10 kami sampai di Danau Kaolin. Danau ini terbentuk dari aktifitas pertambangan kaolin. Namun, danau ini memang sangat bagus dan merupakan tempat wajib yang harus dikunjungi jika kita ke Belitung. Di sini ga banyak yang bisa dilihat, hanya keindahan danau yang ada dan tempat-tempat yang masih dijadikan tempat menambang kaolin.

Danau Kaolin
Danau Kaolin

Tambang Kaolin


Panorama Danau Kaolin


Bergaya di Danau Kaolin
Puas bernarsis ria di Danau Kaolin dan menikmati keindahannya, kami langsung melanjutkan liburan kami. Mengingat kami belum sarapan kami langsung pergi ke tempat makan. Tujuan pertama kami adalah rumah makan Mie Atep yang merupakan makanan khas belitung. Mie Atep ini harus kalian coba kalau kalian ke Belitung dengan minumnya es jeruk kunci yang merupakan khas daerah ini juga. Setelah makan kami berfoto di sekitaran, kebetulan dekat tempat makan kami itu ada monumen batu satam yang konon katanya merupakan bongkahan batu meteor. Puas berfoto kami minum di Kedai Kopi Ake yang merupakan salah satu tempat hitz di Belitung buat minum kopi. Namun karena saya bukan penikmat kopi saya merasa rasanya sama aja (hehehe :D)

Mie Atep Belitung

Es Jeruk Kunci


\
Depan Warung Mie Atep Legendaris

Monumen Batu Satam
Kopi Ake
Selesai makan Mie Atep dan minum di Kopi Ake kami melanjutkan jalan-jalan kami menuju Pantai Tanjung Kelayang. Perjalanan menuju Pantai Tanjung Kelayang ini tidak terlalu jauh hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam dengan menggunakan mobil. Sekitar jam 10.30 kami sampai di Pantai Tanjung Kelayang dan kami langsung bersiap buat bermain di pantai. Setelah siap pastinya kami langsung berfoto ria di pantai yang sangat menggoda buat nyebur. Tapi kami tidak nyeburkarena jadwal selanjutnya adalah island hopping di Pulau Belitung.

Pantai Tanjung Kelayang

Selfie di Pantai Tanjung Kelayang
Di Pantai Tanjung Kelayang

Selamat Datang di Belitong
Setelah selesai berfoto kami pun bermaksud untuk mencari penyewaan perahu untuk melakukan island hopping. Namun sayangnya kedatangan kami tepat dengan festival buang jonk ke laut. Festival ini memang rutin dilakukan setiap bulan Oktober di setiap tahunnya. Akibat festival buang jonk ini kami tidak bisa menyeberang karena semua nelayan dilarang untuk melaut. Dan kami bilang ke sopir kami dan untungnya dia punya kenalan nelayan di Tanjung Binga yang mau membawa kami melakukan island hopping sehingga kami langsung meluncur menuju Tanjung Binga.

Dermaga Tanjung Binga
 Jam 11.50 kami sampai di Tanjung Binga, kami pun langsung mencari teman bapak sopir yang dimaksud. Dan setelah bertemu dan deal harga kami pun langsung melakukan island hopping. Pulau pertama yang kami singgahi adalah Pulau Burung. Jarak tempuh dari Tanjung Binga sekitar 30 menit menggunakan perahu. Sepanjang perjalanan kami sangat menikmati pemandangan indah yang disajikan oleh Pulau Belitung ini dan memang pemandangannya sangat indah.

Pemandangan Menuju Pulau Burung

Pemandangan Menuju Pulau Burung
Sesampainya di Pulau Burung kami langsung berfoto ria. Pulau ini sangat sepi mungkin karena efek festival jonk juga sehingga tidak terlalu banyak wisatawan yang melakukan island hopping sehingga kami benar-benar menikmati haparan pasir putih yang lembut dan birunya laut yang berpadu dengan batu-batu besar yang menjadi khas Pulau Belitung ini. Dan kami berenang di sekitaran pantainya yang benar-benar masih bersih.

Bergaya di Pulau Burung

Di Pulau Burung

Batu di Pulau Burung
Puas dengan Pulau Burung kami pun melanjutkan island hopping kami menuju Pulau Lengkuas yang terkenal dengan mercusuarnya. Kami sampai di Pulau Lengkuas sekitar jam 13.45, dan kami langsung turun bermain-main di Pulau Lengkuas. Puas bermain kami langsung menuju mercusuar yang merupakan tujuan utama. Namun sangat disayangkan pada saat kami ke sana mercusuarnya baru selesai direnovasi dan belum serah terima denga pemerintah setempat, sehingga kami tidak bisa masuk dan menikmati pemandangan Pulau Lengkuas dari atas mercusuar. Dan kami pun memutuskan untuk menikmati pantai Pulau Lengkuas yang indah.

Pulau Lengkuas

Mercusuar di Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas


Pulau Lengkuas
Setelah itu kami pun melanjutkan kembali island hopping menuju pulau yang banyak bintang lautnya. Namun ternyata pulau tersebut hanya bisa didatangi di pagi hari karena waktu itu sudah sore menurut kapten kapal kami pulau tersebut sudah tenggelam. Kami pun memutuskan untuk ber-snorkeling saja di sekitaran Pulau Lengkuas. Ikan di sekitaran Pulau Lengkuas ini sangat banyak dan ramah terhadap turis (hehehe). Kami pun menikmati pemandangan bawah laut Pulau Lengkuas ini walau hanya berdua yang snorkeling.

Kehidupan Bawah Laut Sekitar Pulau Lengkuas

Terumbu Pulau Lengkuas
Terumbu Pulau Lengkuas

Terumbu Pulau Lengkuas
Sekitar jam 15.00 kami memutuskan untuk kembali ke Tanjung Binga dan bersiap untuk menikmati sunset di Tanjung Tinggi. 

Pada saat sudah sampai Tanjung Binga kami langsung bersih-bersih dan langsung menuju Pantai Tanjung Tinggi. Kami sampai pantai Tanjung Tinggi sekitar jam 16.30. Mengingat kami belum makan siang kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum menikmati sunset di rumah makan sekitaran Pantai Tanjung Tinggi. Mumpung di Belitung kami pun mencoba makanan khas Belitung, yaitu gangan ikan ketarap yang seperti sop ikan diberi kuah kari dan rasanya cukup menyegarkan ada pedas, asam dan manis serta yang pasti harganya pun cukup murah.
 
Bukit Taman Kuliner

Menu Late Lunch
Setelah makan kami langsung menuju Pantai Tanjung Tinggi untuk mengejar sunset dan untungnya kami tepat waktu. Setelah mendapatkan sunset yang cukup indah kami melanjutkan berkeliling Pantai Tanjung Tinggi dan berfoto. Oia, Pantai Tanjung Tinggi ini merupakan lokasi shooting film Laskar Pelangi. Kami menyempatkan diri untuk berfoto diantara batu-batu yang sangat besar.

Pantai Tanjung Tinggi



Diantara Bebatuan Pantai Tanjung Tinggi
Pantai Tanjung Tinggi

Pantai Tanjung Tinggi
Pantai Tanjung Tinggi
Bukti Tempat Syuting Laskar Pelangi

Sunset di Tanjung Tinggi
Puas berfoto ria kami memutuskan untuk pulang ke penginapan mengingat hari sudah malam.
Sekitar jam 19.00 kami sampai di penginapan dan langsung bersih-bersih. Setelah bersih-bersih kami menemui teman kami yang sudah terlebih dahulu ke pulau ini dan melanjutkan makan malam. Untuk makan malam kami memutuskan untuk makan di Rumah Makan Timpo Duluk, rumah makan ini cukup lengkap dan terkenal serta terdapat berbagai makanan khas Belitung yang wajib dicoba mumpung mengunjungi Pulau Belitung. Saya sendiri mencoba berego yang merupakan makan khas Belitung yang terbuatdari tepung beras yang diberi kuah santan yang rasanya seperti opor ditambah udang tepong (udang tepung) khas belitung.

Berego dan Udang Tepong Khas Belitung

Bergaya Sebelum Makan Malam

Rumah Makan Timpo Duluk Belitong
Selesai makan kami melanjutkan liburan kami untuk menikmati suasana malam Pulau Belitung. Tujuan kami adalah Pantai Tanjung Pendam karena pantai tersebut dekat dengan tempat nongkrong anak-anak Belitung. Di sini kami hanya duduk-duduk sambil menikmati minuman yang kami pesan serta menikmati musik.

Salah Satu Tempat Nongkrong
Waktu ternyata sudah menunjukan jam 22.30 kami memutuskan untuk kembali ke penginapan dan beristirahat.

Jam 04.30 kami bangun dan langsung bersiap menuju Danau Kaolin untuk mengejar sunrises. Karena menurut referensi yang kami dapatkan salah satu spot sunrises yang bagus adalah di Danau Kaolin.  Sesampainya di Danau Kaolin kami langsung mencari spot yang paling bagus dan matahari pun mulai muncul sekitar jam 05.30. Setelah itu, kami kembali ke penginapan untuk sarapan dan bersiap untuk pulang ke Jakarta. Selesai siap-siap kami langsung menuju bandara dengan menggunakan kendaraan yang kami pesan lewat penginapan.

Sunrises di Danau Kaolin

Panorama Sunrises di Danau Kaolin

Liburan di Belitung ini walau hanya sebentar tapi sangat menyenangkan.

Nb. Kami liburan tidak menggunakan jasa tour atau trip buat temen-temen yang sendiri ke sana semoga cerita ini bisa bermanfaat dan berikut adalah rincian pengeluarannya tidak termasuk makan dan tiket pesawat
a.       Sewa Mobil + Sopir                                         : Rp. 350.000,- (Avanza)
b.      Sewa Kapal untuk Island Hopping                   : Rp. 500.000,- (Muat 15 Orang)
c.       Sewa Pelampung tanpa alat snorkeling            : Rp    25.000,- (karena kami bawa kaca mata renang sendiri)
d.      Penginapan + Sarapan                                      : Rp. 300.000,-  (Bisa sampai 4 Orang per kamar tapi sarapan hanya 2 orang)

No comments:

Post a Comment