MY LIFE, MY STORY

Pages

Tuesday, February 13, 2018

(SOLO) TRAVELLING DI BALI DAN NUSA PENIDA

Bali memang selalu menjadi tujuan yang sangat menarik dan tidak pernah membuat bosan untuk dijadikan destinasi liburan. Di Bali ini banyak sekali destinasi yang indah dan wajib sekali untuk di-explore. Kesempatan kali ini saya akan mencoba membagi pengalaman saya tentang ber-solo travelling di Bali dan Nusa Penida.

Pada awalnya saya berencana ke Bali hanya untuk bertemu teman saya yang baru kembali dari study di Inggris sekalian hanya berjalan-jalan santai di Bali bersama dia. Namun, ternyata saya datang ke Bali pada saat akan merayakan hari raya kuningan sehingga dia ga bisa menemani saya jalan-jalan. Karena sudah kepalang beli tiket ya saya hanya memutuskan untuk mengunjungin Nusa Penida ketika dia akan merayakan hari raya kuningan.


Hari kamis sore dengan diiringi hujan gerimis saya pergi sekitar jam 15.30 saya pergi dari kantor menuju tempat pemberhentian bis untuk pergi ke Bandara. Tepat sekitar 2 menit sebelum bis saya sampai dan naik bisnya. Kebetulan hari itu masih ada promo sehingga ongkosnya pun hanya Rp.25.000,- dan tetap pergi walau pada saat itu hanya saya satu-satunya penumpang.

Tiket Bus Menuju Bandara yang Cuma Rp. 25.000,-
Saya sampai di Bali sekitar jam 23.00 waktu Bali dan untungnya langsung dijemput oleh teman saya dan  langsung menuju rumahnya karena sudah cukup malam agar besok bisa menjelajah Bali. Sebagai traveler yang kere saya cukup beruntung mempunyai teman yang bisa saya singgahi rumahnya demi menghemat pengeluaran. :D

Gembelmate ketika di di Myanmar yang Bersedia Menampung
Pagi pun datang dan saya terbangun sekitar jam 05.30 dan langsung mandi untuk bersiap menjelajah. Setelah diajak sarapan oleh teman saya sekitar jam 08.00 saya mulai jalan-jalan di Bali menggunakan motor yang dipinjamkan juga. Di hari pertama ini teman saya tidak bisa ikut menjelajah dikarenakan harus mempersiapkan untuk hari raya kuningan esok harinya.

Tempat pertama yang rencananya akan saya kunjungi adalah Nusa Penida. Untuk sampai Nusa Penida ini ada 2 pelabuhan yang bisa digunakan dari Bali untuk menyebrang. Pertama ada di Pantai Sanur, di Pantai Sanur ini untuk menyebrang harganya adalah Rp.150.000 – Rp. 200.000 untuk menyebrang dengan menggunakan  fast boat dan tidak bisa membawa kendaraan pastinya. Untuk yang kedua melalui Pelabuhan Padang Bai, jika kita menggunakan pelabuhan ini menyeberangnya  menggunakan kapal feri sehingga kita bisa bawa kendaraan untuk ongkosnya pun Rp. 80.000 untuk pergi dan pulangnya Rp. 60.000, kenapa berbeda saya pun kurang tahu.

Dari Pelabuhan Padang Bai ini hanya ada 2 kali penyeberangan menuju Nusa Penida dalam sehari, yang pertama sekitar jam 06.30 dan yang kedua sekitar jam 10.30, beruntungnya saya ketika sampai waktu menunjukan jam 10.00 dan saya langsung membeli tiket untuk menyeberang. Dan untuk kembalinya menuju bali pun hanya 2 kali dalam sehari yaitu sekitar jam 09.00 dan jam 13.00. berdasarkan pengalaman saya menyeberang sepertinya lebih enak menggunakan fast boat dari Pantai Sanur karena waktunya lebih fleksibel hampi setiap jam ada dan di Nusa Penida pun banyak tempat yang menyewakan kendaraan.
  
Kapal Feri RORO
Parkiran Kapal RORO
Geladak Kapal RORO


Pelabuhan Padang Bai
Pelabuhan Padang Bai


Pelabuhan Padang Bai
Saya sampai di Nusa Penida sekitar jam 13.00, ini cukup ngaret dikarenakan kapal yang saya tumpangi haru antri untuk merapat ke Pelabuhan Nusa Penida. Setelah turun di Nusa Penida saya memutuskan tempat pertama untuk dikunjungi adalah Klingking Beach dengan bermodalkan google maps. Dan ternyata perjalanan menuju Klingking Beach ini penuh dengan perjuangan selain jauh jalannya pun rusak sehingga harus sangat hati-hati. Selain itu, kanan kiri jalan yang dilalui cukup sepi karena kebanyakan hutan dan kebun, entah google maps memang menunjukan jalan yang tercepat atau memeng jalannya sepi seperti itu.

Pemandangan di Perjalanan Menuju Klingking Beach
Setelah satu jam membawa motor saya pun sampai di kawasan Klingking Beach. Karena saya merasa lapar saya pun langsung makan terlebih dahulu dan jangan takut di kawasan Klingking Beach ini sudah ada makanan. Dan saya pun memesan mie goreng rasanya nyesek karena harganya Rp. 30.000, hahaha. Tapi ya dari pada kelaparan tak apalah dan mungkin karena memang perjuangan membawa bahan-bahannya untuk sampai ketempat itu cukup sulit.

Mie Goreng Rasa Nyesek Harga Rp. 30.000
Selesai makan saya langsung menuju spot foto yang paling hitz dan menikmati pemandangan yang sangat indah. Pada awalnya saya berniat untuk turun menuju patai yang ada di bawah bukit, namun setelah melewati sekitar 7-10 tangga saya merubah pikiran saya karena akan sangat melelahkan dan akan cukup menghabiskan waktu.



Klingking Beach


Klingking Beach


Klingking Beach


Sisi Lain Klingking Beach


Peringatan Agar Tidak Menuju ke Bawah
Tangga Menuju ke Pantai di Klingking Beach


Salah Satu Spot Foto di Klingking Beach
Puas menikmati Klingking Beach saya memutuskan untuk menuju tempat kedua yaitu Angel’s Billabong. Jarak tempuh waktu menuju Angel’s Billabong ini sekitar satu jam juga dari Klingking Beach dengan jalan yang sangat rusak. Tapi ketika sampai di sana semuanya terbayar dengan keindahan pemandangan alamnya. Angels’s Billabong ini satu kawasan dengan Broken Beach yang ga kalah bagusnya. Cukup berjalan sekitar 5 menit sudah sampai di Broken Beach.

Angel's Billabong
Ujung Angel's Billabong
Angel's Billabong Dari Sisi Lain
Di Angel's Billabong


Bawah Air Angel's Billabong

Di Broken Beach 
Waktu sudah menunjukan sekitar jam 17.00 saya pun bergegas menuju motor dan langsung meutuskan melanjutkan jalan-jalan. Pada awalnya saya berencan melanjutkan meuju Crystal Bay untuk melihat sunset namun karen jalanan di Nusa Penida cukup sepi dan saya hanya sendiri saya memutuskan untuk langsung saja menuju penginapan.

Oia sebagai info tambahan ketika malam suasana di Nusa Penida ini sangat sepi entah saya emang menginap di tempat yang jarang ada penginapan ato gimana, tapi saya merasa memang sangat sepi, soalnya saya berkeliling menggunakan motor untuk mencari makanan dan itu sepi tapi so far aman.

Keesokan paginya saya bangun sekitar pukul 06.00 dan langsung mandi dan bersiap untuk kembali ke Bali menggunakan kapal feri. Pada awalnya saya kepikiran untuk mampir ke Crystal Bay namun membayangkan kondisi jalan yang saya lewati kemarin saya mengurungkan niat. Sampai di Pelabuhan saya langsung membeli tiket dan menunggu kapal.

Kantor Pelabuhan Nusa Penida
Ketika di kapal feri saya sempat mengobrol dengan penumpang lain dan dia memberikan beberapa tempat rekomendasi, salah satunya adalah Virgin Beach. Akhirnya ketika sampai kembali di Bali saya memutuskan langsung menuju Virgin Beach. Jarak dari Pelabuhan Padang Bai ke Virgin Beach tidak terlalu jauh sekitar 30 – 45 menit.

Virgin Beach  ini memang sangat sesuai dengan namanya masih sangat virgin dan indah. Saya memutuskan untuk menikamati sejenak pemandangannya dan leyeh-leyeh di warung yang ada di sana. Setelah leyeh-leyeh saya pun memutuskan untuk berenang di pantainya, kebetulan ombaknya cukup bersahabat, tapi tetap sih kita harus hati-hati.

Jalan Menuju Virgin Beach


Virgin Beach


Virgin Beach
Leyeh-leyeh Setelah Berenang di Virgin Beach
Puas bermain-main di Virgin Beach saya pun memutuskan untuk melanjutkan penjelajahan saya. Awalnya saya bingung mau ke mana namun ketika di jalan saya melihat petunjuk menuju Pura Agung Besakih dan saya pun memutuskan untuk menuju ke sana. Dan ternyata jaraknya itu cukup jauh tapi saya sangat menikmati selama perjalanan karena pada saat itu udara tidak terlalu panas dan udaranya cukup sejuk. Pemandangannya pun tidak membosankan.

Pemandangan Menuju Pura Agung Besakih
Setelah sekitar mengendarai motor kurang lebih 1,5 jam akhirnya sampai juga di Pura Agung Besakih. Tiket masuknya sekitar Rp.25.000,- sudah termasuk ojek untuk ke atas karena jarak antara parkiran dan puranya lumayan cukup jauh. Oia ketika itu saya menggunakan jasa guide juga dengan biaya yang tidak ia patok juga.

Ketika sampai di Pura Agung Besakih ini saya cukup terkena scam juga jadi kalian harus cukup hati-hati. Pada saat turun dari ojek akan ada  penduduk yang memaksa untuk membeli dupa dan bunga. Karena saya tidak tahu dan pada saat itu juga sedang ada acara hari besar Kuningan sehingga saya pikir wajib untuk memebeli bunga dan dupa. Tapi jika kalian memang akan sembahyang itu cukup membantu, namun saya pribadi caranya kurang sreg aja soalnya cukup memaksa dan sedikit menipu karena bilangnya diwajibkan.

Akhirnya saya pun berkeliling di Pura Agung Besakih dengan bantuan guide yang menjelaskan tentang Pura Agung Besakih dan soal kasta yang ada di Bali juga. Saran saya jika kalian memang sendirian ga ada salahnya menggunkan jasa guide ini. Selain cukup membantu menjelaskan tentang pura bisa juga membantu untuk ambil foto (hehehe). Pura ini cukup besar juga untuk dikeliling tapi cukup seru dan tidak membosankan.



Pura Agung Besakih
Suasana Sembahyang di Pura Agung Besakih
Pura Agung Besakih


Pura Agung Besakih
Nah setelah selesai keuntungan menggunakan guide juga kita diantarkan sampai parkiran. Setelah di parkiran saya pun bergegas melanjutkan perjalan menuju pantai kembali dan saya memilih Pantai Seminyak. Ternyata itu sangat jauh jika kita tempuh dari Pura Agung Besakih. Saya menggunakan motor membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk sampai Pantai Seminyak.

Sampai di pantai seminyak saya berjalan-jalan sebentar dan akhirnya leyeh-leyeh di pantai juga sambil menunggu sunset. Dan ternyata pada hari saya datang mataharinya tertutup awan sehingga tidak ada sunset. Saya pun memutuskan berjalan-jalan dan mencari makan malam. Setelah makan malam saya pun memutuskan kembali menuju rumah teman saya untuk beristirahat.


Leyeh-leyeh di Pantai Seminyak

Sunset yang tertutup awan di Seminyak
Keesokan harinya saya berencana berangkat ke daerah Buleleng. Kebetulan teman saya pada saat itu sedang tidak terlalu sibuk sehingga di bisa menemani saya. Tujuan saya dan tema saya adalah Puncak Wanagiri, salah satu tempat yang sedang cukup hitz di Bali. Emang pada awalnya tujuannya adalah Pura Danu Beratan yang tidak terlalu jauh dari Puncak Wanagiri.

Saya dan teman saya pergi sekitar jam 09.00 dengan menggunakan mobil. Perjalanan menuju tempat wisatanya cukup jauh dengan jalan yang menanjak dan mungkin karan pada saat itu hari minggu jadi jalanan lumayan padat. Sekitar jam 11.30 kami sampai di Puncak Wanagiri. Setalah parkir saya dan teman saya langsung membeli tiket lalu mengantri untuk berfoto ria. Puas berfoto mengingat sudah siang kami pun beristirahat sejenak untuk makan siang di sekitaran tempat wisata.


Puncak Wanagiri

Puncak Wanagiri

Puncak Wanagiri

Puncak Wanagiri

Puncak Wanagiri
Selesai makan siang pun ternyata hujan turun cukup lebat. Hal ini membuat saya dan teman saya harus beristirahat sejenak sambil menunggu hujansedikit reda karena hujannya pada saat itu sampai membuat jarak pandang cukup pendek. Sekitar 1,5 jam menunggu akhirnya hujannya mulai kecil tidak sederas sebelumnya. Karena masih hujan kami memutuskan untuk langsung pulang saja dan kuliner di sekitaran Sanur saja.

Kami sampai di Sanur sekitar jam 18.00 dikarenakan perjalanan pulang cukup macet. Dan karena dingin mungkin kami sudah merasa lapar lagi dan memutuskan untuk makan di Be Sanur dengan menu makanan seperti di Mak Beng yang udah terkenal. Menurut saya pribadi rasanya lebih enak hanya saja mungkin karena posisinya yang cukup jauh dari pantai saja. Selanjutnya kami melanjutkan makan dessert di Massimo Italian Restaurant.


Italian Massimo Gellato
Puas makan kami pun langsung kembali ke rumah untuk bersih-bersih dan istirahat.

Keesokan harinya, dikarenakan ada teman dari teman saya yang datang jadinya sebelum pulang saya pun berjalan-jalan menjelajah Bali sendiri (lagi). Tujuan saya adalah tempat wisata di Bali Selatan. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Water Blow, yang berada di kawasan Nusa Dua. Di tempat ini kita harus cukup bersabar untuk melihat ombak yang besar, tapi sayang pada saat saya ke sana ombaknya tidak terlalu besar tapi tempatnya cukup enak untuk dinikmati.


Water Blow

Water Blow


Lelah menunggu ombak yang besar akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju tempat selanjutnya. Tempat yang saya kunjungi selanjutnya adalah abandoned aircraft. Ya, itu Cuma pesawat yang terbengkalai saja namun cukup instagramable untuk menambah koleksi foto. Untuk mencapai tempatnya cukup menggunakan google maps aja.


Abandoned Aircraft
Ga terlalu banyak aktivitas yang dilakukan di abandoned aircraft ini selain foto-foto saja. Selanjutnya saya awalnya bingung namun setelah googling saya memutuskan menuju Nyang-Nyang Beach. Nyang-Nyang Beach ini merupakan salah satu pantai tersembunyi yang ada di Bali. Untuk mencapai pantainya saja butuh usaha yang cukup sulit,  namun semua terbayarkan ketika sampai pantainya yang indah dan berasa private. Pantai Nyang-Nyang ini memiliki pasir putih yang lembut ombak yang tenang dan ada hotel yang cukup unik juga loh Bubble Hotel Bali.


Jalan Menuju Nyang-nyang Beach


Track Menuju Nyang-nyang Beach
Bukit yang di lalui Menuju Nyang-nyang Beach


Track Menuju Nyang-nyang Beach 


Nyang-nyang Beach Dari Atas Bukit
Nyang-nyang Beach


Nyang-Nyang Beach

Bubble Hotel Bali
Sebenarnya cukup sedikit malas untuk pulang dari Nyang-Nyang Beach ini, selain dikarenakan pantainya emang enak untuk bersantai jalan untuk kembalinya cukup amat melelahkan. Namun, saya memutuskan untuk menuju tempat selanjutnya untuk yaitu Pantai Tegal Wangi. Letak pantai ini tidak terlalu jauh sekitar 30 menit untuk mencapainya.

Pantai Tegal Wangi ini cukup eksotis dan cukup indah sehingga memang sering digunakan untuk pemotretan pre wedding. Dan kalo beruntung di pantai ini kita bisa menikmati jacuzzi alami. Namun sayag ketika saya ke sana ombaknya cukup besar sehingga saya ga bisa menikmati jacuzzi alami tersebut.


Pantai Tegal Wangi

Nasib Solo Traveller (T_T)

Pantai Tegal Wangi

Pantai Tegal Wangi


Jacuzzi Alami di Pantai Tegal Wangi
Dikarenakan waktu yang sudah mulai sore, saya memutuskan untuk kembali ke rumah teman saya. Namun sebelumnya saya mampir untuk membeli oleh-oleh di daerah Kuta. Dan setelah selesai membeli oleh-oleh saya pun kembali ke rumah teman dan bersiap untuk kembali ke Jakarta.



No comments:

Post a Comment